Tampilkan postingan dengan label Tazkiyatun Nafs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tazkiyatun Nafs. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 April 2012

Jadikanlah Facebook untuk Mengenal Islam


 Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.
Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah Ta’ala. Belakangan ini di antara kita pernah mendengar mengenai fatwa haramnya Facebook, sebuah layanan pertemanan di dunia maya yang hampir serupa dengan Friendster dan layanan pertemanan lainnya. Banyak yang bingung dalam menyikapi fatwa semacam ini. Namun, bagi orang yang diberi anugerah ilmu oleh Allah tentu tidak akan bingung dalam menyikapi fatwa tersebut.

Dalam tulisan yang singkat ini, dengan izin dan pertolongan Allah kami akan membahas tema yang cukup menarik ini, yang sempat membuat sebagian orang kaget. Tetapi sebelumnya, ada beberapa preface yang akan kami kemukakan.Semoga Allah memudahkannya.
Dua Kaedah yang Mesti Diperhatikan

Saudaraku, yang semoga selalu mendapatkan taufik dan hidayah Allah Ta’ala. Dari hasil penelitian dari Al Qur’an dan As Sunnah, para ulama membuat dua kaedah ushul fiqih berikut ini:

Hukum asal untuk perkara ibadah adalah terlarang dan tidaklah disyari’atkan sampai Allah dan Rasul-Nya mensyari’atkan.
Sebaliknya, hukum asal untuk perkara ‘aadat (non ibadah) adalah dibolehkan dan tidak diharamkan sampai Allah dan Rasul-Nya melarangnya.

Apa yang dimaksud dua kaedah di atas?

Jumat, 24 Februari 2012

Tips untuk Terhindar Dari Belitan Syahwat Wanita



Hidup manusia di dunia adalah medan pertempuran melawan syahwat yang tersembunyi di dasar jiwa dan menjadi kecendrungan manusia. Sementara jalan akhirat mendaki dan terjal dikelilingi berbagai syahwat yang tak jarang menggelincirkan manusia dari jalan Allah Ta'ala hingga bersimbah dosa-dosa mengikuti langkah-langkah syetan. Salah satu syahwat yang dihadapi oleh manusia adalah syahwatnya terhadap wanita.

Allah berfirman:


"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (Ali-imran:14)

Rasulullah bersabda:
"Sepeninggalku kelak, tidak aku tinggalkan di tengah-tengah kalian suatu fitnah yang lebih membahayakan kaum laki-laki daripada fitnah wanita. (Bukhari no. 5096)

"Bertakwalah Kalian terhadap wanita, karena fitnah  pertama yang menimpa kaum Bani Israil itu disebabkan wanita." (Muslim No. 2742)

Berikut adalah tips-tips untuk terhindar dari belitan syahwat wanita:

1. Ucapan dari Al-Quran dan Hadits

Katakan   (Aku mohon perlindungan kepada Allah) dan (Sesungguhnya Aku Takut kepada Allah)
Sesungguhnya iman dan rasa takut kepada Allah merupakan sumber ketenangan yang dapat menjaga seseorang dari terperosok ke dalam lumpur keharaman dan memperturutkan nafsu syahwat yang jahat. Kalimat   inilah yang pernah diucapkan oleh Nabi Yusuf Alaihissalam yang dikisahkan dalam Al-Quran surat Yusuf ayat 23 lalu Allah melindunginya dan menghindarkannya dari tipu daya istri Al-Aziz berikut kawan-kawannya yang diajaknya berkomplot. Kalimat adalah kalimat yang diucapkan oleh orang yang memohon naungan Arsy Tuhan yang maha Pemurah pada hari ketika tidak ada naungan sama sekali kecuali naungan-Nya yang tertulis dalam hadits tujuh golongan yang di naungi oleh naungan-Nya dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya. Kalimat-kaliamt tersebut hanya sanggup diucapkan oleh orang yang selalu melakukan muraqabah kepada Allah dalam urusannya yang tersembunyi maupun yang terang-terangan, dan yang selalu takut kepada Allah terhadap sesuatu yang gaib maupun yang nyata.

Senin, 13 Februari 2012

Ironi Hari Valentine: Pembuktian Cinta Dengan Keperawanan?


Perayaan hari velentine adalah  jelas dilarang dalam Islam karena banyak hal, baik merayakan kematian pendeta kafir, tasyyabbuh/ menyerupai orang kafir dan fasik dan membuat hari raya/‘ied yang baru serta dalil logika yang tidak sesuai seperti mengungkapkan cinta kok hanya satu hari saja, membuang-buang harta dan lain-lain.
Dan yang lebih parahnya lagi hari valentine adalah hari “panen dan menuai hasil” bagi para laki-laki hidng belang, serigala berjubah domba, bertingkah kelinci dan bersifat lumba-lumba. Laki-laki pengecut seperti ini memanfaatkan momen yang mungkin di tunggu-tunggu setelah sebelumnya berusaha menanam sedikit tetesan cinta ke dalam ramuan peluruh hati wanita yang bahan utamanya adalah “pengorbanan laki-laki”. Ramuan tersebut disempurnakan dengan sentuhan akhir di momen yang tepat  yaitu bersemaikan butir coklat velentine dan berhias sepenggal syair ungkapan cinta abadi nan palsu. Dengan kodrat titik lemah wanita akan pujian dan perhatian,maka melangitlah setinggi-tingginya wanita tersebut yang sejatinya nanti akan dihempaskan ke dalam karang bumi yang terbawah. Semakin melangit semakin  meninggi, semakin keras terhempas dan semakin dalam terperosok terkubur dalam magma bumi. Jika saja yang kaku terhempas kemudian ditoleh, tetapi ia tergeletak terbengkalai, terbujur kaku dan hanya terlewati oleh serangga dan melata kecil yang sekedar lewat mengais penyambung hidup.

Selasa, 07 Februari 2012

Cukuplah Kematian Sebagai Peringatan


 Ketika saya sedang menuju satu ruang operasi bedah, tiba-tiba petugas ruang operasi bedah menyambutku sembari berkata, “Orang sakit yang berada di dalam, memberikan kertas ini kepadaku dan berkata, “Berikan kertas ini kepada saudara Al Jubair sebelum ia memulai operasi”".
Saya menerima kertas tersebut, apa gerangan isi tulisannya? Orang tersebut telah menulis tulisan ini saat ia menuju meja bedah, ia tuangkan segala ungkapan dan perasaannya, tak terasa air mataku mengalir karenanya, kedua tanganku gemetar dan seluruh badanku merinding.
Tahukah anda apa isi kertas tersebut?
Kertas itu berisi wasiat yang ditulis oleh seseorang yang akan menjalani operasi bedah, tulisan itu terdiri dari tiga bagian:
Wasiat pertama, ia minta kepada istrinya agar menginfakkan sebagian dari hartanya dan merelakan uangnya yang dipinjam orang-orang fakir miskin.
Wasiat kedua, ia meminta kepada istrinya untuk menjaga anak-anaknya, mendidik anak-anaknya untuk menghafalkan Al Quran, dan menjauhkan mereka dari segala hal yang melalaikan seperti televisi dan lainnya.