Sabtu, 19 Mei 2012

Rumah Kreatifitas Muslimah


Alhamdulillah wa Syukurillah.. Kini hadir sarana untuk muslimah-muslimah Fakultas Ilmu Budaya Unhas dalam bidang kreatifitas. Dept. Khusus Keputrian UKM LDM Al-Adaab dengan bangga mempersembahkan "RUMAH KREATIFITAS MUSLIMAH"

Sebuah wadah untuk para muslimah sekalian dalam mengembangkan wadah kreatifitas di bidang handmade dan segala berbau buatan tangan. 

Insya Allah sepekan sekali akan diadakan sebuah pelatihan pembuatan kreasi flanel dan kreasi kain lainnya atau dirangkaikan pula dengan Kajian Muslimah setiap hari Jumat. Dan untuk setiap bulannya, insya Allah akan diadakan workshop yang dibawakan oleh owner Airin Handicrabby. Sebuah online shop di bidang handmade yang bertempat di Makassar. 

Mari ajak rekan-rekan muslimah Fakultas Ilmu Budaya untuk bergabung dengan mengirim sms dengan format: RKM_NAMA/JUR/ANGK/NO.HP dan kirim ke 085299218245. Biaya pendaftaran anggota --gratis--. 

Pelatihan dan workshop bertempat di Musholla Al-Adaab Fakultas Ilmu Budaya Unhas. Siapkan dirimu untuk berkreatifitas bersama kami.


Tim RKM

Ibadah, Kekuatan Besar para Mujahid Dakwah


 Oleh:
Abu Muhammad Abdullah Al Munawy
(Mantan Ketua Umum UKM LDM Al-Adaab FIB Unhas)
Dalam sebuah kegiatan Tabligh Akbar bertajuk Global March to Jerussalem (GMJ)  beberapa waktu yang lalu, Masjid al-Markaz al-Islami kembali menjadi saksi adanya perhelatan Akbar sebagai wujud komitmen beberapa Ormas Islam dan beberapa kelompok masyarakat termasuk pemuda Islam di Makassar untuk berkontribusi dalam perjuangan guna membebaskan Palestina dari cengkraman Zionis Yahudi Israel.

Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Jum’at hampir seharian penuh yang dimulai semenjak pagi hari sampai menjelang shalat ashar. Kegiatan tersebut diawali dengan berbagai kegiatan seperti lomba menggambar yang diikuti oleh beberapa perwakilan Sekolah Dasar di Kota Makassar, ada juga atraksi beladiri perisai badar, serta ada pula orasi-orasi dari beberapa ormas Islam termasuk FPI dan Perwakilan  Lingkar Dakwah

Rabu, 16 Mei 2012

Polda Metro Jaya juga tidak izinkan konser Lady Gaga


Setelah sebelumnya Mabes polri menyatakan tidak mengizinkan Konser ratu Ilumintai Lady Gaga untuk menggelar Konsernya di Jakarta. Kini Polda Metro Jaya juga menyatakan tidak merekomendasikan  Lady Gaga menggelar konser  tersebut.
“Kita rekomendasikan ke Mabes Polri untuk tidak dilaksanakan kegiatan konser tersebut,” Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Senin (14/5).
Keputusan itu berdasarkan masukan dari Ketua MUI, Ketua Fraksi PPP di DPR, dan berbagai ormas untuk tidak mengizinkan Lady Gaga mengadakan konser. Mengenai alasannya, Rikwanto mengatakan, Lady Gaga seringkali berpakaian dan bergaya erotis, mengumbar aurat, dan penyuka sesama jenis.
“Mereka menolak konser karena bertentangan dengan budaya bangsa, gerakan erotis, kurang bermoral. Di samping itu kita juga ada UU pornografi,” jelas Rikwanto.
Sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan ketika konser digelar, Rikwanto melihat

Minggu, 06 Mei 2012

Bertaqiyah dengan gelar “Professor”

 
Selama ini kita mengetahui Jalaluddin Rakhmat sebagai salah satu tokoh penyebar ajaran Syiah di Indonesia sudah bergelar “Professor” sebagaimana yang kita kenal selama ini dari yang kita baca dan lihat di media massa, di antaranya:
Harian Fajar, tgl 28 Februari 2008, tulisan Supa Atha’na, Direktur Iranian Corner UNHAS, tentang “Madzhab Akhlak dan Cinta” catatan kecil untuk menyambut Munas III IJABI

Harian Fajar, tgl 25 Januari 2009, Wawancara wartawan Fajar, Akbar Hamdan, dengan

Jumat, 04 Mei 2012

WASIAT PARA ULAMA TENTANG BID'AH

 
1. Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata:

اَلْإِقْتِصَادُ فِي السُّنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الْإِجْتِهَادِ فِي الْبِدْعَةِ

“Sederhana dalam melakukan sunnah lebih baik daripada bersungguh-ungguh dalam melaksanakan bid’ah”. (Riwayat Ad-Darimi)


dan beliau juga berkata:

اِتَّبِعُوْا وَلاَ تَبْتَدِعُوْا فَقَدْ كُفِيْتُمْ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Ittiba’lah kalian dan jangan kalian berbuat bid’ah karena sesungguhnya kalian telah dicukupi, dan setiap bid’ah adalah kesesatan”. (Riwayat Ad-Darimi no. 211 dan dishohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam ta’liq beliau terhadap Kitabul Ilmi karya Ibnul Qoyyim)

2. ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhuma berkata:

كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً

“Setiap bid’ah adalah sesat walaupun manusia menganggapnya baik”. (Riwayat Al-Lalika`i dalam Syarh Ushul I’tiqod Ahlissunnah)

ACARA KEMATIAN 7, 40, 100, 1000 HARI ADALAH DARI AJARAN HINDU ??

 
Bismillah,

Kita mengenal sebuah ritual keagamaan di dalam masyarakat muslim ketika terjadi kematian adalah menyelenggarakan selamatan kematian/kenduri kematian/tahlilan/yasinan (karena yang biasa dibaca adalah surat Yasin) di hari ke 7, 40, 100, dan 1000 harinya. Disini kami mengajak anda untuk mengkaji permasalahan ini secara praktis dan ilmiah.

Setelah diteliti ternyata amalan selamatan kematian/kenduri kematian/tahlilan/yasinan (karena yang biasa dibaca adalah surat Yasin) di hari ke 7, 40, 100, dan 1000 hari, bukan berasal dari Al Quran, Hadits (sunah rasul) dan juga Ijma Sahabat, malah kita bisa melacaknya dikitab-kitab agama hindu.

Disebutkan bahwa kepercayaan yang ada pada sebagian ummat Islam, orang yang meninggal jika tidak diadakan selamatan (kenduri: 1 hari, 3 hari, 7 hari, 40 hari dst, /red ) maka rohnya akan gentayangan adalah jelas-jelas berasal dari ajaran agama Hindu. Dalam agama Hindu ada syahadat yang dikenal dengan Panca Sradha (Lima Keyakinan). Lima

Rabu, 02 Mei 2012

Untuk Apa Kalian Berjilbab ?


Sering kita jumpai muslimah berjilbab—di sekolah, di kampus, di pasar , di kantor dan tempat-tempat lainnya. Itu artinya, jilbab bukan barang asing lagi bagi masyarakat. Bandingkan dengan kondisi jilbab di masa pemerintahan presiden Soeharto.

Namun dibalik semaraknya penggunaan jilbab saat ini, ada sesuatu yang ‘mengerikan’ (Oow…apa itu?). Ada ‘penurunan kualitas’ jilbab saat ini. Jika dulu, muslimah yang berjilbab tidak banyak namun insyaAllah berjilbab dengan benar sesuai dengan syari’at, maka sekarang sebaliknya. Muslimah yang berjilbab banyak, namun jilbabnya belum sesuai dengan syari’at.


Betapa sering kita melihat muslimah yang kepalanya tertutup—bahkan seluruh tubuhnya, namun auratnya malah semakin nampak. Jilbabnya transparan, pendek, lalu diikatkan ke leher, atau istilahnya jilbab cekek leher.