Kamis, 09 Februari 2012
Masa Iya Masih Ikut Merayakan...
Februari.. oh.. februari..
sejak kapan dikau jadi bulan pink, apalagi tanggal 14, pernak-pernik cinta berserakan dimana-mana, katanya hari kasih sayang, Valentine's Day, hari kasih sayang, begitu mereka menyebutnya, semua beraromakan cinta, sampai WC kampus pun tertulis kata, "S***I cinta E**"
benarkah itu hari resmi pernyataan dan perayaan cinta, mari kita selidiki kasus ini ala detektif, ciee..
SEJARAH VALENTINE’S DAY
sejak kapan dikau jadi bulan pink, apalagi tanggal 14, pernak-pernik cinta berserakan dimana-mana, katanya hari kasih sayang, Valentine's Day, hari kasih sayang, begitu mereka menyebutnya, semua beraromakan cinta, sampai WC kampus pun tertulis kata, "S***I cinta E**"
benarkah itu hari resmi pernyataan dan perayaan cinta, mari kita selidiki kasus ini ala detektif, ciee..
SEJARAH VALENTINE’S DAY
Memang asal usul kasus valentin ini agak rancu, ada banyak versi yang ditemukan-yang pasti tidak ada kaitannya dengan islam dan- namun tidak akan saya sebutkan semua, malu saya nyebutinnya, ntar dikira sombong lagi..silahkan tanyakan ke mas Wiki saja,
Selasa, 07 Februari 2012
Cukuplah Kematian Sebagai Peringatan
Ketika saya sedang menuju satu ruang
operasi bedah, tiba-tiba petugas ruang operasi bedah menyambutku sembari
berkata, “Orang sakit yang berada di dalam, memberikan kertas ini kepadaku dan
berkata, “Berikan kertas ini kepada saudara Al Jubair sebelum ia memulai
operasi”".
Saya menerima kertas tersebut, apa
gerangan isi tulisannya? Orang tersebut telah menulis tulisan ini saat ia
menuju meja bedah, ia tuangkan segala ungkapan dan perasaannya, tak terasa air
mataku mengalir karenanya, kedua tanganku gemetar dan seluruh badanku
merinding.
Tahukah anda apa isi kertas
tersebut?
Kertas itu berisi wasiat yang
ditulis oleh seseorang yang akan menjalani operasi bedah, tulisan itu terdiri
dari tiga bagian:
Wasiat pertama, ia minta kepada istrinya agar menginfakkan sebagian dari
hartanya dan merelakan uangnya yang dipinjam orang-orang fakir miskin.
Wasiat kedua, ia meminta kepada istrinya untuk menjaga anak-anaknya,
mendidik anak-anaknya untuk menghafalkan Al Quran, dan menjauhkan mereka dari
segala hal yang melalaikan seperti televisi dan lainnya.
Senin, 06 Februari 2012
Islam Maju Pesat, Media Inggris Sebut Ada ''Mekkah'' di London
“Mekkah”
sudah berada di tengah kota London, karena umat Islam melaksanakan
shalat Jumat di sebuah jalan di London akibat masjid sudah tidak dapat
menampung mereka, demikian laporan harian terkemuka di London “The Daily
Mail”, akhir pekan.
Dalam
artikel bertajuk “The Mecca of the city: In a London street, the
faithful find a way to pray as their mosque overflows”, harian itu
melaporkan banyak orang yang merasa terkejut ketika datang ke daerah itu
pada hari Jumat.
Mereka
melihat banyak orang berdoa bersama di luar dan hal itu bukanlah
pemandangan sehari-hari di Inggris. Dalam bayangan gedung pencakar
langit dan ruang kaca serta baja di Mile Square, London, ratusan umat
Muslim berlutut di jalanan melaksanakan Shalat Jumat.
Selama
satu jam dari jantung distrik keuangan kota London, ternyata kegiatan
itu menjadi sangat populer, sehingga jamaah memenuhi jalan-jalan di
sekitar masjid komunitas kecil.
Para
pekerja di kota ada dalam setelan jas berbaur dengan umat Muslim dari
komunitas lokal Bangladesh itu pun tumpah sampai ke jalan-jalan di
samping Bentley dan daerah perparkiran mobil.
Cerita Inspiratif Penggugah Hati Kaum Hawa
Ada
seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan
ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya, Ia tak mau berjilbab. Menutup
auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab ”Insya
Allah yang penting hati dulu yang berjilbab. ” Sudah banyak orang
menanyakan maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.
Hingga di suatu malam. Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang sangat
indah. Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga bermekaran. Ia
bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai
yang sangat jernih hingga dasarnya kelihatan, melintas dipinggir taman.
Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya.
Minggu, 05 Februari 2012
Ukhti fillah, masihkah kau tidak ingin berjilbab?
Oleh: Muhammad Jibriel Abdul Rahman
Beralasan belum siap berjilbab karena yang penting hatinya dulu diperbaiki?
Kami jawab, ”Hati juga mesti baik.
Lahiriyah pun demikian. Karena iman itu mencakup amalan hati, perkataan
dan perbuatan. Hanya pemahaman keliru yang menganggap iman itu cukup
dengan amalan hati ditambah perkataan lisan tanpa mesti ditambah amalan
lahiriyah. Iman butuh realisasi dalam tindakan dan amalan”
Beralasan belum siap berjilbab karena mengenakannya begitu gerah dan panas?
Kami jawab, ”Lebih mending mana, panas di dunia karena melakukan ketaatan ataukah panas di neraka karena durhaka?” Coba direnungkan!
Beralasan lagi karena saat ini belum siap berjilbab?
Kami jawab, ”Jika tidak sekarang, lalu
kapan lagi? Apa tahun depan? Apa dua tahun lagi? Apa jika sudah keriput
dan rambut ubanan? Inilah was-was dari setan supaya kita menunda amalan
baik. Mengapa mesti menunda berhijab? Dan kita tidak tahu besok kita
masih di dunia ini ataukah sudah di alam barzakh, bahkan kita tidak tahu
keadaan kita sejam atau semenit mendatang. So … jangan menunda-nunda
beramal baik. Jangan menunda-nunda untuk berjilbab.”
Fenomena Pacaran Remaja Muslim
Jika kita berbicara tentang tema pacaran, tentu tidak asing lagi
bagi muda mudi yang sudah memasuki masa pubertas, masa di mana seorang
pemuda sudah mulai mengenal arti kecantikan seorang wanita, dan begitu
juga sebaliknya, seorang wanita sudah mulai mengenal arti ketampanan
seorang pemuda. Masa muda adalah masa yang labil, masa yang penuh dengan
bermacam fenomena, masa di mana seorang anak manusia cenderung kearah
pencarian jati diri, pengakuan dari individu luar, ingin tau banyak hal
tentang kehidupan, serta membutuhkan rasa kasih sayang dari individu
yang ia anggap mampu memberikan hal tersebut selain orang tua, yaitu
lawan jenisnya. Salah satu fenomena itu ialah yang populer di
sebut pacaran.
Definisi pacaran memiliki makna
tersendiri serta dalam lingkup yang sangat luas, bahkan bisa dikatakan
“pacaran” bukan bahasa definitive yang bisa dipakai untuk mewakili
fenomena yang terjadi terhadap muda mudi tersebut, karena pengertian dan
batasannya tidak sama buat setiap orang sesuai dengan pengalaman
sosio-kulturalnya.
Langganan:
Postingan (Atom)






